GARUDA 24 JAM - Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), Syaharie Jaang, mengungkapkan bahwa pemindahan ibu kota ini merupakan momentum emas bagi masyarakat Dayak untuk bertransformasi dan berperan aktif dalam pembangunan nasional.
"IKN sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Dayak agar dapat berperan aktif dalam pembangunan," ujar Syaharie Jaang dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).
Ia mengingatkan bahwa kesiapan diri melalui jalur pendidikan dan peningkatan kualitas individu adalah hal yang mutlak.
"Masyarakat lokal harus menyiapkan diri, tanpa pendidikan akan terpinggirkan, tanpa kualitas tidak ada apa-apanya di daerah sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Mubes PDKT menjadi wadah konsolidasi penting bagi masyarakat Dayak dalam menyongsong peran IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028 mendatang.
Basuki menegaskan bahwa masyarakat adat merupakan pilar utama dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya di IKN.
Ia berkomitmen untuk membangun IKN secara inklusif dan berkeadilan bersama masyarakat adat sebagai aktor, bukan sekadar penonton atau penerima manfaat pembangunan saja.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Basuki membeberkan bahwa saat ini sekitar 30 persen pegawai di Otorita IKN merupakan putra-putri asli Kalimantan Timur.
Selain aspek ketenagakerjaan, Otorita IKN juga tengah mengembangkan kawasan pusat kebudayaan yang dirancang sebagai ruang publik inklusif bagi masyarakat.
Langkah ini diambil agar identitas budaya lokal tetap lestari dan selaras dengan kemajuan pembangunan fisik ibu kota baru yang berkelanjutan menuju 2028.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai bahwa Mubes PDKT menjadi ruang penguatan peran masyarakat adat yang sangat krusial.
"Mubes PDKT menjadi ruang penguatan peran masyarakat adat," kata Seno.
Ia menjelaskan bahwa suku Dayak adalah salah satu etnis fundamental yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Provinsi Kalimantan Timur, sehingga pelibatannya dalam setiap langkah strategis IKN menjadi fondasi sosial yang sangat kokoh.