• Sabtu, 18 April 2026

Gus Ipul: Pembenahan Cara Kerja dan Penyamaan Data Adalah Kunci Pengentasan Kemiskinan

Photo Author
Zahara Sitio, Garuda 24 Jam
- Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB
(Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (16/4/2026). (Foto: Kemensos)
(Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (16/4/2026). (Foto: Kemensos)

GARUDA 24 JAM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan kunci pengentasan kemiskinan di acara Puncak Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, upaya menurunkan angka kemiskinan tidak bisa dimulai dari program semata, tetapi harus diawali dari pembenahan cara kerja serta penyamaan data. 

Di hadapan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, serta jajaran DPRD, Forkopimda, kepala daerah, akademisi, dan tokoh masyarakat, Gus Ipul menekankan bahwa fondasi utama pengentasan kemiskinan adalah tata kelola yang baik.

“Kalau kemiskinan mau turun, kesejahteraan naik, kata kunci yang pertama adalah tata kelolanya diperbaiki dulu. Kalau tata kelolanya sudah baik, Insya Allah yang lain akan mengikuti,” kata Gus Ipul.

Menurut dia, perbaikan tata kelola juga harus dibarengi dengan komitmen integritas.

Ia mengingatkan bahwa praktik korupsi sudah menjadi masa lalu dan tidak lagi memiliki ruang di tengah sistem yang semakin terbuka.

“Stop korupsi, itu masa lalu. Mari kita berjamaah untuk urusan yang benar. Tidak lagi untuk urusan korupsi,” tegasnya.

Gus Ipul juga menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Ia menyebut, upaya yang dilakukan tidak boleh bersifat sesaat, melainkan harus konsisten dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Arahnya harus jelas, dikerjakan bersama-sama, dan dilakukan terus-menerus. Itu yang diajarkan Undang-Undang kepada kita,” katanya.

Lantaran itu Gus Ipul mengajak pemerintah daerah untuk memulai langkah paling mendasar, yakni menyamakan basis data. Ia menyoroti pentingnya penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan bersama agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan data yang berbeda-beda. Semua harus mulai dari data yang sama, lalu kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Selain itu, Gus Ipul juga menjelaskan bahwa penanganan kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus dilanjutkan dengan rehabilitasi sosial dan pemberdayaan agar masyarakat bisa mandiri.

Ia mencontohkan pentingnya kehadiran layanan seperti rumah singgah dan sentra-sentra Kemensos di daerah untuk menjangkau kelompok rentan, sekaligus mendorong daerah memiliki fasilitas tersebut sebagai bagian dari pelayanan dasar.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menyoroti Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zahara Sitio

Tags

Terkini

X