• Sabtu, 18 April 2026

Kemenkes Klaim 70 Juta Warga Telah Ikut Program CKG Selama 2025

Photo Author
Zahara Sitio, Garuda 24 Jam
- Selasa, 10 Februari 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi cek kesehatan gratis ((Foto: Antara))
Ilustrasi cek kesehatan gratis ((Foto: Antara))

GARUDA 24 JAM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah diikuti oleh 70 juta warga sepanjang 2025.

"Alhamdulillah, sudah 70 juta orang setahun ini, per Desember 2025, yang memang sudah ikut CKG ini. Jadi, Alhamdulillah, sudah berjalan lancar," kata  Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Ghina Ghaliya saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026).

Program CKG, kata dia, merupakan upaya pemerintah untuk memantau status kesehatan masyarakat secara masif dan berkala guna mencegah penyakit tidak menular.

Ghina mengakui kendati telah diakses oleh 70 juta warga, minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan masih perlu dievaluasi.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah akan menerapkan strategi jemput bola sehingga warga tidak perlu mendatangi Puskesmas untuk mengecek kesehatannya.

"Kita juga akan jemput bola, misalnya di tempat kerja, sekolah-sekolah, kantor pemerintahan, bahkan di mal juga sudah ada. Menurut saya, program ini sangat sayang untuk dilewatkan, minimal satu tahun sekali cek kesehatan," ungkap Ghina.

Bagi warga yang diketahui memiliki masalah kesehatan saat pemeriksaan, kata dia, maka Puskesmas akan langsung memberikan penanganan medis atau rujukan.

"Kalau ada yang butuh rujukan, langsung ditangani. Tadi ada pasien yang datang dengan hipertensi, langsung diperiksa, diberikan tata laksana, bahkan diperiksa rekam jantungnya (EKG). Jadi, datang ke sini, langsung ditangani," ujar Ghina.

Lebih lanjut, dia menegaskan tidak ada persyaratan yang rumit bagi warga yang ingin mengikuti CKG.

"Jadi, ayo daftar CKG, semuanya bener-bener gratis, tinggal menunjukkan KTP, bisa juga secara online lewat aplikasi SatuSehat, gampang, dan Alhamdulillah gratis," sebut Ghina.

Dia pun mengapresiasi inovasi fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti Puskesmas Kembangan yang memisahkan unit layanan CKG dengan unit pengobatan umum sehingga efektif menghindari penumpukan pasien.

"Tadi saya lihat di sini bagus banget Puskesmasnya, dipisah unit yang menyelenggarakan CKG-nya supaya tidak padat. Inisiatif seperti ini bagus banget menurut saya," pungkasny.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zahara Sitio

Tags

Terkini

X