nasional

Merdeka Institute bersinergi dengan JMSI Tingkatkan SDM Media

Selasa, 10 Februari 2026 | 13:04 WIB
Merdeka Institute bersinergi dengan JMSI Tingkatkan SDM Media ((Foto: JMSI))

GARUDA 24 JAM - PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) melakukan penandatangan kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).

Kedua lembaga tersebut sepakat untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang media melalui pelatihan media, diskusi (workshop, seminar, dan FGD), dan media monitoring.

Penandatanganan kerjasama dilakukan di sela-sela peringatan 6 tahun kelahiran JMSI di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).

Momen ini bersamaan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Kota Serang pada 6-9 Februari 2026. Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar dan Ketua Harian JMSI Ari Rahman.

Komitmen untuk meningkatkan SDM media antara Merdeka Institute dan JMSI itu disaksikan oleh Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Ketua Umum JSMI Dr. Teguh Santosa, perwakilan JMSI dari 32 provinsi, para kepala daerah, dan pewakilan dari berbagai institusi.

Baca Juga: JMSI Jembatani Koperasi Daerah dengan Kemenkop, Dorong Ekonomi Kerakyatan

Merdeka Institute adalah lembaga pemikir, peneliti, dan pelaksana survei yang didirikan oleh para jurnalis alumni Harian Merdeka dan Rakyat Merdeka.

Berkantor pusat di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Merdeka Institute berfokus pada masalah sosial, politik, ekonomi, dan kebangsaan.

Sementara, JMSI adalah jaringan media siber yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

JMSI yang merupakan salah satu konstituen Dewan Pers dan berkantor pusat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur itu saat ini memiliki sekitar 990 anggota yang terdiri dari perusahaan penerbit media online di Indonesia.

Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar menekankan perlunya meningkatkan kualitas SDM media di tengah disrupsi media massa sebagai imbas dari perkembangan teknologi digital, khususnya dengan hadirnya media sosial.

“Awak media harus terus meningkatkan skill, memperluas pengetahuan, dan terus belajar agar tidak terkena dampak disrupsi media,” ujar Mulia Siregar usai penandatanganan MoU.

Merdeka Institute yang diawaki para jurnalis senior, kata Mulia, memiliki posisi strategis dan berkepentingan untuk turut meningkatkan kualitas SDM media.

“Sinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM media,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini