nasional

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Konflik AS – Israel dan Iran

Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:57 WIB
Ilustrasi Iran (Foto: Unsplash/mostafa meraji)

GARUDA 24 JAM - Indonesia siap memfasilitasi dialog menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi, bahkan Presiden Prabowo Subianto dikabarkan siap melakukan mediasi.

Hal tersebut terungkap dalam unggahan medsos X Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam unggahan tersebut ditulis "Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah."

"Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi," cuit Kemlu RI seperti dikutip Sabtu (28/2/2026).

Lebih lanjut Kemlu RI menuliskan, "Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai."

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi," tulis Kemlu RI.

Ditambahkan, "peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia."

Terkait perkembangan situasi yang terjadi, Kemlu mengharapkan "WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat."

Diberitakan sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu pagi, dengan Presiden Donald Trump mengatakan itu untuk menghancurkan rudal dan industri rudal Tehran.

Serangan tersebut menjadi eskalasi besar setelah berminggu-minggu negosiasi antara pejabat AS dan Iran mengenai program nuklir negara tersebut.

Presiden Trump mengonfirmasi dalam video yang diunggah ke media sosial, Amerika Serikat telah memulai kampanye militer "besar-besaran dan berkelanjutan" di Iran, "untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita."

"Kita akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka," kata Presiden Trump, seperti melansir CNN.

Dalam pesan videonya, Trump mengatakan Iran telah berupaya membangun kembali program nuklirnya setelah AS membom fasilitas nuklirnya pada bulan Juni.

"Mereka menolak setiap kesempatan untuk mencapai ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa lagi menoleransinya," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini