Atap Alduro dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan material konvensional seperti seng maupun asbes. Dengan ketebalan mencapai 5 mm, atap ini mampu menjaga suhu ruangan tetap lebih sejuk meski di tengah cuaca panas.
“Setelah diganti, ruangan terasa lebih adem,” ujar Wawah, sebagai penerima manfaat.
Selain itu, material Alduro dikenal lebih kuat dan tahan lama. Terbuat dari bahan upcycle, atap ini tidak mudah berkarat, tahan terhadap cuaca ekstrem, serta tidak gampang retak atau pecah.
Dari sisi kesehatan, Alduro juga dinilai lebih aman dibandingkan asbes yang berisiko bagi sistem pernapasan. Produk ini telah tersertifikasi bebas dari kandungan logam berbahaya.
Keunggulan lainnya adalah dari segi biaya. Selain harga yang relatif terjangkau, proses pemasangannya yang cepat turut menekan biaya tenaga kerja.
“Soal harga pastinya saya kurang tahu, tapi sepertinya lebih ekonomis,” kata salah satu tukang.
Direktur Utama PT SKI, Sugiarto Romeli, sebelumnya menjelaskan bahwa atap Alduro juga mampu meredam panas dan suara lebih baik dibandingkan seng.
“Jika suhu luar mencapai 35 derajat Celsius, suhu di dalam rumah bisa turun menjadi sekitar 31–32 derajat,” jelasnya dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP) pada 18 Februari 2026.
Ia menambahkan, penggunaan atap seng justru dapat meningkatkan suhu dalam ruangan secara signifikan.
“Kalau menggunakan seng, suhu di dalam rumah bisa jauh lebih panas,” ujarnya.
Dari sisi ketahanan, Alduro disebut lebih unggul karena telah melalui uji kualitas oleh Sucofindo.
Sementara itu, penggunaan asbes dinilai berbahaya karena partikel debunya berpotensi memicu penyakit serius, termasuk kanker, jika terhirup.
Solusi Sampah Plastik
Program ini juga menjadi bagian dari upaya SKI dalam mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia.
Sugiarto menjelaskan, ide pengembangan produk Alduro berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya limbah plastik, khususnya sejak masa pandemi Covid-19.