GARUDA 24 JAM - Bahan makanan, mulai dari telur rebus, telur ceplok, orak-arik, hingga telur dadar, digemari karena rasanya yang lezat dan kandungan proteinnya yang tinggi.
Telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.
Namun meskipun sehat, konsumsi telur secara berlebihan bisa menimbulkan sejumlah efek samping.
Berikut dampak yang perlu Anda ketahui agar bisa mengonsumsinya dengan bijak, seperti dilansir dari laman Healthshots.
Reaksi Alergi
Telur termasuk salah satu makanan yang paling sering menyebabkan alergi. Reaksi alergi bisa ringan hingga berat, hingga dalam kasus tertentu dapat menyebabkan anafilaksis yang berbahaya.
Gejala alergi meliputi gatal-gatal, ruam, pembengkakan, eksim, gangguan pencernaan, hidung berair, mata merah atau berair, sesak nafas, pusing, hingga dada terasa sesak. Jika Anda pernah mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi telur, sebaiknya hindari makanan ini dan segera konsultasikan dengan dokter.
Gangguan Pencernaan
Makan terlalu banyak telur dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Gejala yang sering muncul antara lain sakit perut, kembung, begah, hingga gangguan lambung.
Orang yang memiliki intoleransi terhadap telur biasanya lebih rentan mengalami masalah pencernaan. Terlebih lagi, pada beberapa kasus, konsumsi berlebihan bisa memicu gejala sindrom iritasi usus besar (IBS) seperti diare.
Selain itu, mengonsumsi telur bersamaan dengan makanan tinggi lemak lainnya juga bisa menyebabkan sembelit. Oleh karena itu, penting untuk membatasi jumlah asupan telur harian.
Meningkatkan Kadar Kolesterol
Telur mengandung Kolesterol cukup tinggi, terutama pada bagian kuningnya. Satu butir telur besar mengandung sekitar 186 miligram Kolesterol. Meski begitu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa telur cenderung meningkatkan kolesterol baik (HDL) lebih besar dibandingkan kolesterol jahat (LDL).
Namun bagi orang yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi, konsumsi telur sebaiknya dibatasi. Sementara itu, orang dengan kadar kolesterol normal dan tidak memiliki risiko penyakit jantung umumnya masih aman mengonsumsi telur dalam jumlah wajar.