gaya-hidup

Mengenal Tradisi Yu Sheng, Simbol Rezeki dan Harmoni di Tahun Baru Imlek

Jumat, 6 Februari 2026 | 12:20 WIB
Ilustrasi lampion imlek (Pexels/Rodnae Production)

GARUDA 24 JAM – Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan-perayaan yang dilakukan tidak hanya sekadar berkumpul bersama keluarga, tetapi juga sarat dengan tradisi yang mengandung makna doa dan harapan.

Salah satu tradisi yang populer di kalangan masyarakat Tionghoa adalah Yu Sheng merupakan tradisi makan bersama yang melambangkan harapan akan rezeki melimpah, kesehatan, serta keharmonisan keluarga di tahun yang baru.

Komunitas Hakka Indonesia, kelompok Tionghoa perantau terbesar yang berasal dari Tiongkok Selatan, menyebut prosesi Yu Sheng memiliki filosofi mendalam yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dilestarikan hingga kini di berbagai negara.

"Ada arti yang sangat bagus sekali ada untuk rejeki, ada untuk kesehatan, untuk harmonis keluarganya, semuanya maka ini sangat dikaitkan sekali sama masyarakat Tionghoa jadi setiap tahun itu diadakan yang sangat populer adalah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu tiga negara yang terutama tentunya di China juga ya," ujar Perwakilan Komunitas Hakka sekaligus pakar Tionghoa dari Museum Hakka, Jimmy S. Herlambang seperti dikutip Antara.

Ungkap Jimmy, hidangan Yu Sheng terdiri dari sekitar 10 jenis bahan atau lebih. Bahan tersebut meliputi aneka sayuran seperti wortel, lobak dengan beragam warna, kol ungu, ikan, hingga kacang yang digoreng berwarna cokelat keemasan.

Hidangan yang menyerupai salad sayur ini kemudian disiram dengan saus atau dressing khas, seperti saus plum dan minyak beraroma, yang memberikan cita rasa manis, asam, dan gurih.

Dalam prosesi Yu Sheng, ikan menjadi salah satu unsur penting yang sarat makna simbolis, khususnya terkait keberlimpahan rezeki.

"Ikan sebenarnya itu artinya masih sisa jadi rejeki yang kita dapatkan satu tahun itu masih ada sisa di akhir tahun jadi tidak habis, berarti kita untung besar di akhir tahun uang itu harta masih ada," ujarnya.

Lebih lanjut, Jimmy menerangkan bahwa prosesi Yu Sheng dilakukan dengan cara seluruh anggota keluarga mengaduk bahan makanan bersama-sama menggunakan sumpit, kemudian mengangkatnya setinggi mungkin.

"Makin tinggi diangkat jadi hokinya dan keharmonisannya makin tinggi itu ceritanya begitu," jelas dia.

Tradisi Yu Sheng yang dikenal luas di Malaysia, Singapura, Indonesia, serta China ini telah berlangsung selama ribuan tahun. Biasanya, prosesi tersebut digelar saat perayaan Imlek dan dapat dilakukan hingga Cap Go Meh atau hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.

Jimmy juga menambahkan bahwa dalam tradisi masyarakat Tionghoa, Imlek menandai dimulainya musim semi yang identik dengan awal kegiatan bercocok tanam.

Oleh karena itu, perayaan Yu Sheng tidak hanya menjadi simbol kebersamaan keluarga, tetapi juga ungkapan rasa syukur kepada Tuhan serta harapan agar musim tanam dan kehidupan di tahun yang baru dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.

Tags

Terkini

5 Buah yang Dapat Bantu Cegah Kolesterol Naik

Rabu, 25 Maret 2026 | 10:52 WIB

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Makan Telur

Kamis, 5 Maret 2026 | 11:14 WIB

Kisah Dibalik Logo Apple yang Digigit

Selasa, 3 Februari 2026 | 12:03 WIB