Orang tua juga perlu berkoordinasi dengan pihak sekolah agar kondisi kesehatan anak dipahami dan tidak ada paksaan untuk berpuasa penuh.
“Berdasarkan penelitian medis yang ada, puasa terbukti tidak mengganggu fungsi kognitif maupun kemampuan belajar anak di sekolah,” ungkapnya.
Wilda juga mengingatkan bahwa kurang tidur sering menjadi tantangan selama Ramadan. Karena itu, anak tetap harus memperoleh waktu istirahat yang cukup, yakni sekitar sembilan hingga sebelas jam setiap hari.
Sebagai bentuk motivasi, orang tua diperbolehkan memberikan apresiasi sederhana. “Pemberian hadiah kecil sangat diperbolehkan untuk memotivasi anak agar semangat belajar berpuasa di bulan suci ini,” pungkas Wilda.