Risiko Infeksi Bakteri
Telur mentah atau setengah matang berisiko mengandung bakteri Salmonella. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan mual, muntah, diare, dan sakit perut.
Penularan biasanya terjadi dari ayam atau unggas lain, terutama jika telur tidak disimpan, ditangani, atau dimasak dengan benar. Untuk mengurangi risiko, sebaiknya gunakan telur yang telah dipasteurisasi atau pastikan telur matang hingga benar-benar matang.
Meningkatkan Risiko Diabetes
Telur memang kaya vitamin, mineral, asam amino esensial, dan biotin yang berperan dalam produksi insulin. Konsumsi dalam jumlah sedang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Namun konsumsi berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa pria yang mengonsumsi tujuh butir telur atau lebih per minggu memiliki risiko 58 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
Sementara pada wanita, risikonya meningkat hingga 77 persen dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi telur.
Berapa Banyak Telur yang Aman Dikonsumsi?
Menurut data dari Harvard Medical School, orang sehat umumnya tidak mengalami masalah jika mengonsumsi hingga tujuh butir telur per minggu.
Namun bagi kelompok tertentu, batasannya lebih ketat:
- Orang dengan kolesterol tinggi: 2–3 butir per minggu
- Penderita penyakit jantung: maksimal 3–4 butir per minggu
- Penderita diabetes: maksimal 5 butir per minggu
Jumlah aman konsumsi telur bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatan masing-masing. Jika Anda memiliki penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan batas konsumsi yang sesuai.
Pada akhirnya, telur tetap merupakan makanan bergizi tinggi. Kuncinya adalah tidak berlebihan dan tetap menjaga pola makan seimbang agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan.