GARUDA 24 JAM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan kebijakan yang melarang ondel-ondel dimainkan di jalanan.
Kebijakan ini mendapat kritik dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Kevin Wu.
Kevin menilai larangan tersebut berpotensi menghambat perkembangan budaya Betawi jika tidak diimbangi solusi konkret.
Ia juga menilai, pendekatan pelarangan semata tidak cukup untuk mengangkat derajat kesenian tradisional. Perlu ada ruang alternatif agar ondel-ondel tetap hidup di tengah masyarakat.
"Dalam sejarahnya, seni itu tidak bisa maju kalau hanya diatur-atur tanpa diberikan ruang untuk bergerak dan berkembang. Demikian, melarang ondel-ondel untuk tayang di jalanan saja tidak cukup kalau Mas Pram berniat untuk membawa budaya Betawi naik kelas," ujar Kevin dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Ia menekankan, kebijakan tersebut harus dibarengi langkah nyata untuk memastikan keberlangsungan para pelaku seni. Sebab, aktivitas mengamen selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan mereka.
"Pemprov DKI harus mendorong kebijakan lainnya yang bisa membantu ondel-ondel ini dan pelaku-pelakunya untuk terus berseni di tengah-tengah masyarakat kita. Yang tanpanya, tujuan Mas Pram untuk membawa ondel-ondel naik kelas hanya akan menenggelamkan seni tersebut," kata Kevin.
Kevin mengingatkan, aspek ekonomi tidak bisa dilepaskan dari kebijakan kebudayaan. Tanpa jaminan pendapatan, para seniman berisiko kehilangan mata pencaharian.
Sebagai solusi, ia mengusulkan agar Pemprov DKI memprioritaskan keterlibatan seniman tradisional dalam berbagai acara resmi. Selain itu, kerja sama dengan sektor swasta juga dinilai bisa membuka peluang panggung baru bagi ondel-ondel.
"Pertama, Pemprov DKI perlu memprioritaskan bahwa dalam acara-acara yang diselenggarakannya seniman-seniman tradisional Betawi, termasuk ondel-ondel dilibatkan. Kemudian, Pemprov DKI juga bisa mengadakan kerja sama-kerja sama dengan pihak-pihak swasta, terutama di bidang perhotelan untuk mempromosikan seni ondel-ondel,” ungkapnya.
Tak hanya soal panggung, Kevin juga mendorong adanya dukungan pengembangan kapasitas bagi para pelaku seni, termasuk melalui pelatihan dan pendidikan.
Ia juga mendesak adanya kolaborasi dengan lembaga pendidikan seni di Jakarta untuk mendorong inovasi dalam kesenian ondel-ondel.
"Di Jakarta ini kita punya IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Harusnya Pemprov DKI bisa dong mengadakan suatu kerja sama antara kampus seni kebanggaan kita dengan komunitas ondel-ondel supaya gimana caranya kesenian tersebut bisa terus dikembangkan. Syukur-syukur kalau di masa depan ondel-ondel bisa menjadi seni kelas dunia juga," imbuh Kevin.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan praktik ondel-ondel dilarang untuk digunakan sebagai sarana mengamen di jalanan.