• Sabtu, 18 April 2026

Kerak Telor dan Dodol Betawi Diserbu Warga di Gelaran Lebaran Betawi 2026 Jakbar

Photo Author
Zahara Sitio, Garuda 24 Jam
- Sabtu, 11 April 2026 | 04:00 WIB
Jajanan Kerak Telor diserbu warga di gelaran Lebaran Betawi 2026 Jakbar. (Garuda 24 Jam)
Jajanan Kerak Telor diserbu warga di gelaran Lebaran Betawi 2026 Jakbar. (Garuda 24 Jam)

GARUDA 24 JAM – Gelaran Lebaran Betawi 2026 bertema “Tradisi Betawi nggak pernah mati” digelar sejak 8 – 12 April di Jalan Raya Jimbaran Daan Mogot, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Acara ini diprakarsai oleh PeciMerah dan Jakarta Clothing Expo (JAKCloth) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat budaya Betawi.

Sebanyak 50 Clothing Band Jakcloth, 30 kuliner betawi, dan panggung gembira ikut meramaikan acara yang juga jadi ajang silaturahmi warga yang menggabungkan unsur religius dan hiburan rakyat. 

Di gelaran Lebaran Betawi ini, kuliner ikonik Betawi - kerak telor dan dodol betawi diserbu warga atau pembeli. Mereka rela antri menunggu giliran untuk mendapatkan kudapan khas betawi itu.

Kerak telor atau istilah sekarang disebut omelette Betawi menjadi jajanan khas Betawi yang tak pernah sepi pembeli alias tetap eksis.

Undul (43), salah satu penjual, mengatakan telah tiga hari ikut jualan di stand Lebaran Betawi 2026 yang diprakarsai oleh PeciMerah bersama JAKCloth ini.

Camilan dodol betawi juga ikut diserbu pembeli.
Camilan dodol betawi juga ikut diserbu pembeli. (Garuda 24 Jam)

“Saya jualan kerak tolor, tape uli, asinan, dan keripik-keripik khas Betawi,” katanya kepada Garuda 24 Jam di lokasi, Jumat (10/4/2026) malam.

Menurutnya, pengunjung sangat ramai apalagi di siang hari banyak karyawan kantor di sekitar Jalan Raya Jimbaran ini yang beli.

“Saya buka jam 8 pagi sampai malam sekitar jam 9. Lumayan ramai apalagi siang hari dan malam,” ujarnya.

Undul mengaku setiap hari bisa mengantongi hasil penjualan kurang lebih Rp 8 jutaan.

“Kalau semuanya dengan kerak telor dapat Rp 8 jutaan lebih setiap hari,” ujarnya.

Ia berharap kepada pengusaha maupun pemerintah terutama dari dinas atau sudin UMKM setempat untuk mengadakan kegiatan bazar seperti ini lebih sering lagi, dan tidak memungut biaya.

“Saya bayar lho kepada panitia setempat sebesar Rp 1,5 juta untuk bisa jualan di tempat ini. Kalau bisa jangan bayarlah biar bisa uangnya berputar,” harap Undul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zahara Sitio

Tags

Terkini

X