olahraga

Tegas! Menpora Sebut Pelaku Pelecehan Seksual Masuk Daftar Hitam Olahraga Selamanya

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:10 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (Foto: Internet)

GARUDA 24 JAM – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan pelaku pelecehan seksual tidak ada lagi aktif di dunia olahraga seumur hidup.

Hal tersebut disampaikan Menpora didampingi Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman pada Jumat, 13 Maret 2026 saat merespons serius kasus pelecehan seksual yang terjadi pada olahraga prestasi yang dialami oleh atlet kickboxing Jawa Timur, Viona Amalia Adinda Putri, yang menjadi korban.

Pada kesempatan itu, Menpora mengawali dengan mengapresiasi keberanian korban mengungkapkan kasus.

"Atlet kickboxing kita sangat berani mengungkapkan permasalahan yang harus kita lawan dan kita bersihkan secara tuntas,” kata Menpora.

"Kami Kemenpora tentu terdepan, bersama tentu seluruh stakeholder olahraga, bahwa hal-hal seperti ini tidak boleh ada lagi. Pelakunya, mohon maaf, ya, kalau saya mengeluarkan kata-kata kasar dengan istilah jahanam."

"Tidak ada lagi keaktifan di dunia olahraga seumur hidup. Kalau itu menjadi sebuah wilayah yang bisa menjadi domain, ya, dalam hal ini institusi kepolisian, kami sangat dukung. Olahraga kita harus bersih," tutur Menpora.

Repons Kemenpora didukung oleh KONI Pusat, Marciano Norman.

Dia mengatakan bahwa pihaknya akan memasukkan para pelaku ke daftar hitam olahraga Indonesia. Artinya, pelaku tak akan bisa kembali berkecimpung di dunia olahraga Tanah Air selamanya.

"KONI Pusat mendukung sepenuhnya kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga. Kita lawan kasus-kasus seperti ini, tidak boleh ada pelatih dan mereka yang dalam pembinaan olahraga prestasi melakukan pelanggaran, apalagi pelecehan seksual."

"Ini sangat memalukan dan tidak boleh ada di lingkungan kita. Ke depan, pelaku-pelaku ini tidak boleh hadir dalam kegiatan olahraga, dan tidak boleh menjadi anggota organisasi olahraga," kata Ketum KONI Pusat.

Selain itu, pelaku juga harus diproses menurut regulasi hukum yang berlaku. Di samping itu, perlindungan bagi atlet menjadi yang utama bagi KONI Pusat.

"Intinya perlindungan keamanan atlet selama dia melakukan kegiatan, baik dia pada saat dia berlatih, pada saat dia mengikuti event, itu harus jadi prioritas kita semua."

"Atlet-atlet ini ialah Patriot Olahraga, mereka pejuang-pejuang di masa damai, mereka harus dapat perlakuan yang terbaik. Mereka harus dihormati dan keringat mereka itu hanya untuk Indonesia," ujar Marciano.

Ketum KONI Pusat lebih lanjut mengimbau seluruh anggota untuk memberikan atensi.

Halaman:

Tags

Terkini

PBSI Kirim 16 Wakil Berlaga di Kejuaraan Asia 2026

Selasa, 7 April 2026 | 11:21 WIB

Tragis, Italia Gagal ke Piala Dunia 2026

Rabu, 1 April 2026 | 21:39 WIB

Manchester City Juara Carabao Cup 2025/26

Senin, 23 Maret 2026 | 17:32 WIB

Maroko Juara AFCON 2025

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:22 WIB

Jawa Timur Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17 2026

Minggu, 1 Maret 2026 | 19:17 WIB

Indonesia Kirim 14 Wakil Menuju All England 2026

Senin, 23 Februari 2026 | 14:29 WIB

Pramono Resmikan Maroedja Sport Park di Jakarta Barat

Jumat, 13 Februari 2026 | 11:14 WIB