“Ada warga yang direlokasi mandiri, dan beberapa di antaranya kami bantu pemindahannya hingga ke kampung halaman, seperti ke Indramayu,” ungkap Imron.
Selain itu, warga yang menempati rusun telah menerima kunci unit masing-masing sehingga dapat langsung menempati hunian barunya. Pemkot juga memberikan bantuan paket sembako bagi warga terdampak.
Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 11 KK yang belum direlokasi. Pemkot Jakbar terus melakukan pendekatan persuasif hingga batas waktu yang ditentukan.
“Kami masih melakukan pendekatan hingga 5 April. Setelah itu, jika belum ada kesepakatan, akan dilakukan penertiban sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Imron.
Untuk mendukung proses adaptasi warga, Pemkot Jakarta Barat juga membuka posko pelayanan guna membantu pengurusan administrasi, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak pasca relokasi.