Adapun Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan menekankan pentingnya pengaturan tata ruang dan optimalisasi pemanfaatan lahan.
Dari sisi akademisi, Dr. Alin Halimatussadiah dari LPEM FEB UI memperkenalkan konsep valuasi lingkungan sebagai alat untuk menghitung dampak ekonomi dari kerusakan lingkungan yang selama ini kerap diabaikan.
“Banyak aset lingkungan seperti udara bersih dan air tidak memiliki harga pasar, sehingga sering dianggap tidak bernilai. Padahal, jika dihitung, dampak kerusakannya bisa sangat besar,” jelasnya.
Sementara itu, pakar Transport Real Estate and Urban Studies LPEM FEB UI, Muhammad Halley Yudhistira, menyoroti tantangan sektor perumahan.
Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga properti, khususnya rumah tipe kecil, tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat.
“Akibatnya, kepemilikan rumah bergeser. Saat ini, rata-rata masyarakat baru mampu membeli rumah di usia 40-an. Selain itu, akses layanan air bersih juga menunjukkan tren penurunan,” paparnya.