Sementara itu, PAM Jaya terus memperluas jaringan layanan dan menambah jumlah pelanggan. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan produksi air baku.
Sebelumnya, warga setempat mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sudah berlangsung lama. Salah satunya disampaikan Nurliana Sihombing (61), yang telah menjadi pelanggan selama puluhan tahun.
Ia mengungkapkan, kondisi air kerap berubah-ubah, mulai dari tidak mengalir hingga berwarna keruh dan berbau tidak sedap.
“Dulu awal pasang sempat bagus, tapi tidak lama kemudian sering mati. Sekarang kadang warnanya seperti susu, kadang seperti kopi, dan baunya menyengat seperti got,” keluhnya.