jakarta

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Jakbar Tambah TPS 3R, Kerja Bakti Serentak hingga Program Kumpul-Pilah-Olah

Rabu, 1 April 2026 | 22:47 WIB
Rapat Persiapan Kerja Bakti Terpadu yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (1/4/2026). (Instagram Kota Jakarta Barat)

GARUDA 24 JAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat terus melakukan berbagai upaya dalam mengelola sampah imbas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang kian menggunung hingga mencapai 40-60 meter.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Persiapan Kerja Bakti Terpadu yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, di Ruang Rapat Wali Kota, pada Rabu (1/4/2026).

Rapat turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Imron, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Achmad Hariadi beserta jajaran, perwakilan UKPD/SKPD terkait, pihak PT KAI, serta unsur Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga: Ikhtiar Sudin LH Jakbar Bersinergi Kelola Sampah dengan Para Pegiat Lingkungan di Hulu

Pada kesempatan itu, Wali Kota menegaskan bahwa kondisi TPST Bantar Gebang yang semakin kritis, ditambah kebijakan pembatasan pengangkutan sampah, menjadi momentum penting untuk mengubah pola pengelolaan sampah di wilayah.

“Permasalahan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola kumpul-angkut-buang. Kita harus mulai dari sumbernya melalui pemilahan dan pengolahan sampah secara kolaboratif lintas sektor,” ujar Iin Mutmainnah.

Iin menekankan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kunci utama, meskipun dihadapkan pada keterbatasan lahan di wilayah permukiman.

Oleh karena itu, diperlukan inovasi serta dukungan semua pihak agar sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Wali Kota juga menyoroti persoalan klasik penumpukan sampah, terutama pasca bencana banjir. Tidak hanya sampah rumah tangga, tetapi juga limbah berukuran besar seperti furnitur dan kasur yang memperparah kondisi di lapangan.

“Kondisi ini terus berulang. Jika tidak kita mulai dari sekarang, maka permasalahan ini akan terus terjadi. Kita harus mengubah target, dari sebelumnya 70 persen sampah diangkut ke Bantar Gebang, menjadi 70 persen sampah terkelola di wilayah,” tegasnya.

Sebagai bagian dari solusi, Pemkot Jakarta Barat membuka peluang kerja sama pemanfaatan lahan, termasuk dengan PT KAI, untuk dijadikan lokasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang dikelola secara optimal guna mencegah penumpukan dan keberadaan TPS liar.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Achmad Hariadi menjelaskan bahwa kondisi TPST Bantar Gebang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, dengan ketinggian timbunan sampah mencapai puluhan meter.

“Seharusnya yang dibuang ke Bantar Gebang adalah residu, namun faktanya masih banyak sampah yang belum dipilah. Jika ini terus terjadi, volume sampah akan semakin meningkat dan berisiko,” ujarnya.

Hariadi menambahkan bahwa pihaknya kini акan mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui program “Kumpul, Pilah, Olah” yang disosialisasikan hingga tingkat RW.

Melalui program tersebut, kata Hariadi, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, eco enzyme, maupun maggot, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan melalui bank sampah dan kegiatan daur ulang.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengumumkan pelaksanaan kerja bakti serentak pada 12 April mendatang di seluruh wilayah Jakarta Barat, dengan pusat kegiatan di Kecamatan Grogol Petamburan.

Kegiatan tersebut tidak hanya difokuskan pada pembersihan sampah, tetapi juga pengurasan dan normalisasi saluran air guna mencegah genangan dan banjir. Setiap kecamatan dan kelurahan akan melaksanakan kerja bakti yang dipimpin langsung oleh jajaran wilayah.

Melalui langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantar Gebang sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya secara berkelanjutan.

Tags

Terkini