internasional

Tanggapi Komentar Trump: Paus Leo XIV: Saya Bukan Politikus, Saya Menyampaikan Injil

Selasa, 14 April 2026 | 13:32 WIB
Paus Leo XIV. (Wikimedia Commons/Proinséas)

GARUDA 24 JAM - Paus Leo XIV menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kondisi keamanan dunia saat ini.

Paus menegaskan dirinya bukan politikus dan tidak ingin masuk ke perdebatan politik dengan Trump. Hal itu ia sampaikan dalam penerbangan menuju Aljazair.

Seperti yang dimuat di Vatican News, Selasa, 14 April, Paus juga menyatakan akan terus berbicara keras menentang perang, sambil mendorong perdamaian dan dialog.

Pernyataan itu disampaikan Paus saat menjawab pertanyaan wartawan di dalam pesawat soal komentar Trump di Truth Social.

“Saya tidak melihat peran saya sebagai seorang politikus. Saya bukan politikus, dan saya tidak ingin masuk ke dalam perdebatan dengannya,” kata Paus, seperti dikutip Vatican News.

Paus lalu menegaskan, pesan Injil tidak boleh disalahgunakan. Ia mengatakan akan tetap bersuara menentang perang, mendorong perdamaian, dialog, dan multilateralisme antarnegara untuk mencari jalan keluar dari berbagai persoalan.

Menurut Paus Leo yang kelahiran Amerika Serikat ini, terlalu banyak orang menderita dan terlalu banyak nyawa tak berdosa hilang.

Kepada wartawan Amerika, Paus juga mengatakan ia tidak takut pada pemerintahan Trump ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang.

“Kami bukan politikus,” ujarnya.

Ia menambahkan, seruan untuk mengakhiri perang dan membangun rekonsiliasi ditujukan kepada semua pemimpin dunia, bukan hanya kepada Trump.

Respons datang dari Amerika Serikat. Presiden Konferensi Waligereja Katolik Amerika Serikat, Uskup Agung Paul Coakley, mengaku sedih dengan ucapan Trump.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan Paus bukan rival politik presiden, melainkan pemimpin rohani Gereja yang berbicara dari kebenaran Injil.

Vatican News menulis, perdamaian memang menjadi benang merah lawatan apostolik Paus ke empat negara Afrika.

Dalam penerbangan itu, Paus juga menyebut perjalanan tersebut istimewa karena menjadi yang pertama dalam masa kepausannya.

Halaman:

Tags

Terkini